Langkah Baru, Cerita Baru
Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) SMP Advent Anjasmoro 2026/2027
Arti kata pengenalan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, atau perbuatan mengenal maupun mengenali sesuatu. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah disebut MPLS adalah dunia baru bagi seluruh murid-murid baru SMP Advent ditahun ajaran 2026/2027. Hal ini menjadi langkah awal bagi murid baru untuk mengenal, beradaptasi, bertumbuh, dan membangun pengalaman baru di lingkungan sekolah.
Pelaksanaannya di tanggal 13–17 Juli 2026, SMP Advent di Surabaya, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun kebersamaan, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan diri untuk menjalani perjalanan pendidikan di jenjang SMP, dimana budaya positif, karakter, serta berbagai kegiatan pembelajaran bagi peserta didik. Selama lima hari tersebut kegiatan mereka beragam. Enam belas murid digembleng untuk menjadi calon penerus bangsa diawali dengan renungan pagi murid untuk melakukan refleksi diri, menumbuhkan rasa syukur, serta membangun sikap dan karakter yang baik dan upacara bendera sebagai pembukaan MPLS ditahun ini. keterlibatan kakak-kakak Pembina dan didampingi oleh Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Dra. Esther Meiata, menambah keseruan MPLS tahun ini.“Kak Cello sabar, seru dan mau membantu antar kami keliling liat ruangan-ruangan!” Kenzo berbinar. Memang di sesi setelah upacara adalah Tour Sekolah yang dipimpin oleh Marcello Adiwidya Gunawan kelas 9, selaku ketua OSIS, dia pun senang melakukan tugas nya. Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, murid juga mengikuti berbagai games dan kuis edukatif. Melalui kegiatan tersebut, murid belajar bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kritis, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri. Selain kegiatan yang bersifat rekreatif, murid mendapatkan edukasi kesehatan dan wawasan mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Mereka juga dibekali pemahaman tentang budaya positif, seperti disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, menjaga kebersihan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman. Aspek literasi turut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Murid diajak untuk meningkatkan minat membaca, menyampaikan pendapat, serta memperluas wawasan melalui berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan. Kegiatan semakin meriah dengan pelaksanaan aktivitas outdoor selama 5 jam di taman flora yang mendorong murid untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengembangkan kemandirian. Di sisi lain, murid juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya NAPZA dan judi online. Materi ini diberikan sebagai upaya membangun kesadaran murid agar mampu mengenali berbagai risiko dan memilih pergaulan serta aktivitas yang sehat dan positif.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kegiatan bersama wali kelas. Momen ini menjadi kesempatan bagi murid untuk membangun kedekatan dengan wali kelas, berbagi pengalaman, serta mendapatkan arahan dan motivasi dalam menjalani proses pembelajaran di sekolah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sekolah berharap murid tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, sehat, literat, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki wawasan positif.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan setiap murid. Saat Alena bertanya: “ apakah kalian cape?”, dengan serempak peserta MPLS menyahut: “tidak, seru kak! Capenya dikit kok!”. Harapannya MPLS ini membangun karakter anak muda yang berdedikassi dan mampu mandiri disaat mereka nantinya menjadi remaja Indonesia yang berwawasan tinggi. (jes)